/// Berita

27 Feb / 2017
Author: duniaku Tags: There is no tags Comments: 0

Bookmark and Share

whatsapp-image-2017-02-26-at-7-02-01-pm

Bekraf Developer Day Menado adalah sebuah acara yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif dan Dicoding yang didukung oleh Asosiasi Game Indonesia, Dicoding Elite, Komunitas ID-Android,  Komunitas PHP Indonesia, IBM Indonesia, Intel Innovator, Google Developer Expert, Samsung Indonesia, LINE, dan perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia.

Dengan mengambil tema “Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Digital” dalam sesi game Bekraf Developer Day kali ini, khususnya diisi oleh beberapa ulasan mengenai kesempatan atau peluang bagi teman-teman game developer Menado mengenai :

1. Tizen Mobile App Incentive Program yang di paparkan oleh Agus Kurniawan

2. Belajar Membangun Game Platformer HTML5 oleh Ariska Hidayat

3. Belajar Membangun Game Quiz HTML5 oleh Daniel William

4. How Start As Indie Game Developer oleh Adam Ardisasmita

whatsapp-image-2017-02-26-at-7-02-22-pm

5. How to Finish Product and Publis a Game oleh Frida Dwi

whatsapp-image-2017-02-26-at-7-02-35-pm

6. How To Survive in Game Industry oleh Andi Taru

whatsapp-image-2017-02-26-at-7-03-53-pm

Dengan adanya Bekraf Developer Day di Menado, diharapkan dampak yang telah diberikan bisa menjadi inspirasi, contoh dan dapat dipraktekan langsung, sehingga Game Developer di Menado mampu ikut bersaing di Industry Game Global.

whatsapp-image-2017-02-26-at-10-17-21-pm

27 Feb / 2017
Author: duniaku Tags: There is no tags Comments: 0

Bookmark and Share

Tanggal 22 Februari 2017, merupakan sejarah baru bagi Industri Kreatif Salatiga. Educa Studio melakukan inisiasi untuk menggagas terbentuknya komunitas pengembang games di Salatiga. Dengan latar belakang suksesnya penyelenggaraan event Educa Global Game Jam 2017 di Kantor Educa Studio, perusahaan percaya jika ini saat yang tepat untuk memulai titik baru perkembangan industri games di Salatiga. Komunitas ini memang bukan komunitas pertama yang terfokus pada game developer di Salatiga, tapi Educa Studio berharap apa yang sudah menjadi pengalaman 5 tahun sejak Educa Studio berdiri dapat ditularkan dan menjadikan inspirasi bagi pengembang-pengembang pemula.

SALAD – merupakan kependekan dari Salatiga Game Dev. Memiliki logo yang khas yaitu sebagai wadah bertemunya berbagai sayuran (programmer, designer, artist game dan audio engineer) untuk bersama-sama menghasilkan karya terbaik bagi negeri. Pertemuan pertama, dihadiri oleh 21 orang dari berbagai tempat.

Terima kasih untuk Educa Studio, AGI (Asosiasi Game Indonesia), Panitia dan Peserta yang sudah mensukseskan acara ini. Semoga ini bisa terus berjalan konsisten dan memberikan efek yang positif bagi Industri Games maupun Industri Kreatif lainnya. Semangat!

sourcehttps://www.educastudio.com/news/sejarah-baru-lahirnya-komunitas-game-developer-di-salatiga/

28 Nov / 2016
Author: duniaku Tags: There is no tags Comments: 0

Bookmark and Share

Bagi Anggota AGI, dapat mengikuti Munas AGI ke II pada tanggal 29 November 2016, detail bisa dilihat pada file undangan dibawah

undangan-agi

20 Apr / 2016
Author: webmaster Tags: There is no tags Comments: 0

Bookmark and Share

IndieGames_FB_20160408-Singapore

The Google Play team is looking to meet the best independent game developers in Southeast Asia for a series of personalized workshops and mentoring sessions. The team will also share some of the initiatives to support indie game developers on Google Play. If you are a game developer in Vietnam, Thailand, Malaysia or Singapore, and keen on participating, please fill out the following form. If selected, we will reach out to you with further details.

Link For Form:
https://docs.google.com/a/google.com/forms/d/1ZH96w58LDPE3cfZfgEFZOj-BYgjJ4sZ6KBrfZkDnRaY/viewform

07 Aug / 2015
Author: webmaster Tags: There is no tags Comments: 0

Bookmark and Share
Talkshow in Popcon Asia 2015

Talkshow in Popcon Asia 2015

Popcon Asia 2015 kembali akan hadir di JCC pada tanggal  7-9 Agustus 2015

Event dengan beragam acara yang pastinya keren akan menyapa Jakarta di weekend ini.

Salah satu acara keren dalam Popcon Asia 2015 ini adalah Talkshow mengenai Masa Depan Ekosistem Industri Game yang akan dihadiri oleh pelaku bisnis industri Game di Indonesia.

Diantaranya adalah Mr. Andi Suryanto (Founder CEO LYTO & Ketua Umum AGI), Mr. Robby Baskoro (CEO Duniaku.net) dan Mrs. Monica Carolina, Professional Female Gamer Nixia Game.

Talkshow ini sendiri akan berlangsung di Mainstage Popcon Asia 2015 , pada hari Sabtu 8 Agustus 2015, jam 17.00 – 17.30 WIB

06 Aug / 2015
Author: webmaster Tags: There is no tags Comments: 0

Bookmark and Share

 

ATTENTION!

Googleplay are looking for localization partners in Indonesia to help global app developers to enter the market. To capture the information for the candidates, please fill the form.

Googleplay will also organize event in September for business matching with Global game companies in Jakarta.

Please find out the link :

https://docs.google.com/forms/d/1BdahWgm4pKkf_IqwYMJVmy9cow3Gxm7m3gqthWDKo64/viewform

31 Jul / 2015
Author: webmaster Tags: There is no tags Comments: 1

Bookmark and Share

IF-AGInew

Pertumbuhan industri game terus melejit setiap tahun. Teranyar data survei Newzoo pada 2014, Industri game di Indonesia bernilai Rp 2,3 triliun. Setiap tahun sekitar 100 game baru dilahirkan oleh para pengembang game. Tentu ini merupakan kabar menggiurkan bagi para pelaku industri khususnya game.

Bahkan Badan Ekonomi Kreatif bentukan Presiden Joko Widodo pernah menyinggung soal industri game Indonesia. Kini Badan Ekonomi Kreatif memasukkan produksi game dalam rencana kerja. Sebagai asosiasi yang mewadahi para developer game, tentu AGI (Asosiasi Game Indonesia) membutuhkan peran pemerintah untuk memajukan industri game. Apalagi Industri ini masuk dalam industri terbesar di seluruh dunia.

Investor asing pun kini banyak yang melirik industri ini. “Investor melihat game developer Indonesia saat ini termasuk paling maju di Asia Tenggara. Sehingga banyak sekali investor masuk ke Indonesia terutama setahun terakhir ini,” ujar Ketua Asosiasi Game Indonesia Andi Suryanto, kemarin.

Melihat peluang besarnya industri game di Indonesia, Andi pun berharap pemerintah memberi dukungan buat Industri ini. “Harapannya tentunya dalam waktu 1 tahun ke depan mulai banyak game-game buatan Indonesia bisa mendunia,” kata Andi.

Berikut penuturan Andi Suryanto kepada Pramirvan Datu Aprillatu dari merdeka.com soal perkembangan industri game online di Indonesia:

Apakah badan ekonomi kreatif sudah memberi kontribusi untuk industri game online?

Dari pertemuan kami di AGI, saat ini Badan Ekonomi Kreatif masih sedang membuat rencana kerja.

Sebagai ketua AGI, apa visi dan misi anda buat perkembangan game online di Indonesia?

Visi AGI menjadikan pasar dan industri game Indonesia unggul bersaing secara global standar dan teknologi tinggi. Kemudian untuk misinya, pertama memperluas hubungan antar perusahaan dari berbagai bidang yang bergerak di bidang game, kemudian meningkatkan mutu kualitas dan terakhir pelayanan game-game di Indonesia agar dapat bersaing di dunia internasional dan terakhir menjadi perantara hubungan antara industri game dengan Pemerintah Indonesia.

Saat pelantikan ketua Badan Ekonomi Kreatif di istana, game online sempat disinggung?

Tentu saja. Game saat ini termasuk industri bisnis terbesar di dunia untuk industri kreatif.

Perang AGI secara konkret bagi industri game online seperti apa sih?

AGI sering mengadakan kegiatan untuk kumpul-kumpul industri game Indonesia, baik gathering lokal maupun internasional.

Apa kesulitan yang dihadapi AGI selama ini?

Sejauh ini kemajuan AGI masih baik. Kesulitan utama kami masih untuk mengajak seluruh developer game ikut bergabung bersama. Karena developer game di Indonesia banyak sekali jumlahnya dan tersebar di seluruh Indonesia.

Apa program AGI dalam jangka pendek?

Program AGI dalam jangka pendek adalah membentuk game rating bersama pemerintah. Saat ini sedang dalam tahap finalisasi, semoga tahun 2015 ini bisa dijalankan. Game rating ini merupakan pedoman untuk para gamer untuk mengetahui apakah game tersebut cocok untuk dimainkan dengan usianya.

Sebelum berdirinya AGI, bagaimana kondisi game online Indonesia?

Sebelum adanya AGI, di Indonesia kami tidak bisa membuat acara gathering lokal dan international. Sehingga informasi yang dimiliki tiap perusahaan jauh lebih terbatas.

Kalau dari data AGI berapa publisher aktif di Indonesia? Apakah developer juga ikut bergabung?

Publisher yang aktif saat ini jumlahnya ada sekitar 20-an. Developer ada sekitar 100 lebih.

Apakah AGI juga menghasilkan hukum game online secara khusus?

Tidak, AGI di sini berperan untuk memfasilitasi kebutuhan iklim industri game Indonesia. AGI juga sering berkomunikasi dengan pemerintah sebagai narasumber industri game.

Ke mana arah pengembangan developer game di pasar Indonesia?

Saat ini developer Indonesia lebih melihat trend baru, yaitu game mobile. Sudah banyak juga investor yang invest di game developer Indonesia.

Produk game lokal kita masih didominasi Console dan Lan. Apakah ada peluang juga buat first person shooter (FPS)?

Indonesia adalah negara dengan market gamer yang amat besar. Seluruh jenis permainan ada marketnya. Termasuk first person shooter (FPS).

Apa kesulitan publisher lokal mengembangkan produk game online FPS?

Game online first person shooter (FPS) saat ini sudah cukup berkembang dengan baik di Indonesia. Tidak ada masalah.

Bagaimana perhitungan keuntungan game online? Apakah lisensi, profit sharing, atau lainnya?

Tidak ada metode standard di industri kreatif. Bisa berbentuk lisensi, profit sharing, beli putus dan lain-lain.

Kalau kelemahan game online kita apa?

Kelemahan game online memang terutama dari sisi hacking (penerobosan jaringan). Karena di Indonesia juga belum ada hukum yang tegas untuk hack software, sehingga banyak gamer yang tidak tahu bahwa hacking sebenarnya merupakan tindakan kejahatan.

Apa yang menarik investor asing masuk pasar Indonesia?

Investor melihat game developer Indonesia saat ini termasuk yang paling maju di Asia Tenggara. Sehingga banyak sekali investor yang masuk ke Indonesia terutama 1 tahun terakhir ini.

Apa harapan anda untuk game di Indonesia?

Menurut saya market game online dan game mobile di Indonesia sudah cukup besar. Harapannya tentunya dalam waktu 1 tahun ke depan mulai banyak game-game buatan Indonesia yang bisa mendunia. Untuk pemerintah saya berharap industri game juga bisa didukung iklimnya seperti industri kreatif lainnya seperti musik dan film.

 

Source  : http://www.merdeka.com/khas/developer-game-online-indonesia-paling-maju-di-asia-tenggara-wawancara-andi-suryanto.html

30 Mar / 2015
Author: webmaster Tags: There is no tags Comments: 0

Bookmark and Share

AYCIF GAME DEVELOPER COMPETITION

POSTER COMP a

The ASEAN Youth Creative Industry Fair Games and Application Sub-Sector Competition will gather the bests young game developers to Jakarta, Indonesia. This competition has the full support of ASEAN, JAIF (Japan – ASEAN Foundation) and The Ministry of Cooperatives and Small Medium Enterprises. The aim of this competition is to give young game developer entrepreneurs access to a new heights, such as the opportunity to market their products and to be known all over ASEAN.

The institutions acting as organizer is UKM Center University of Indonesia. We also conduct a small group yet outstanding panel of judges from all over ASEAN. They will form part of the jury and make a shortlist the 2 finalists of each ASEAN member countries. The 2 chosen candidates of each ASEAN member countries will have they companies and products promoted to the highest of height. They will be also given a slot in a games and application exhibition which consists of games trial and showcase which will be held for two days in our first ASEAN Youth Creative Industry Fair: Seizing Opportunity Within Harmony.

THE PANEL OF JUDGES

1. Eva Muliawati : CEO of Megaxus Infotech, Representative of Asosiasi Game Indonesia

2. Nicolas Leymonerie : Coordinator of IGDA Vietnam Chapter

3.Nicholas Aaron Khoo: Chairman of Singapore Cybersports and Online Games Association

WHAT IT TAKES TO WIN THE AYCIF

Selection Criteria :

1. Creativity : Showed creative thinking skills and imaginations in creating game applications

2. Technical skill : Showed potency and capability based on the complexity of the game applications

3. Innovation : Promoted new ideas or methods which bring positive impacts to the game applications and also the business

4. Entrepreneurship : Had the ability and vision in growing a successful game developing business

THE AMAZING PRIZES

· The finalist will have their works presented to the public through showcase and games trial in our main event ehich will be held in August 2015 for 2 days.

· The owner or CEO and 1 (one) staff will be flown to Jakarta for AYCIF main event. (3 days and all will be fully accommodated by AYCIF).

  • Cash prize for the best finalist

· The winner will receive an expert mentorship from one of our experts for 6 month period.

STEPS TO APPLY!

Download The Application Form and Competition Regulation below then send :

1. Application Form

2. Materials and Documentation (Detail in Competition Regulation) :

a. Company Profile / Portfolio

b. Previous game works / projects and business plan

c. New game work / project and business plan

To : games@aseancreativeyouth.org

Subject: Games_Company Name_Country

Before May 31st, 2015.

 

For more information please visit http://aseancreativeyouth.org/games.html

10 Dec / 2014
Author: webmaster Tags: There is no tags Comments: 0

Bookmark and Share

??????????

Bukan hanya sesi sharing dan diskusi saja (baca: Hanya di Game Dev Gathering 2014, Kamu Bisa Dapat Ilmu Gratis dari Para Ahli!) yang menyedot banyak animo peserta dalam Game Developer Gathering (GDG) 2014 kemarin. Sesi showcase yang diikuti puluhan developer dari seluruh Indonesia pun juga menyedot peserta tidak kalah banyak. Sesi showcase ini benar-benar dimanfaatkan, baik oleh developer yang memamerkan karya, developer yang hanya sekedar menjadi peserta, maupun mahasiswa. Bagi developer yang memamerkan karya, tentunya showcase ini dimanfaatkan untuk unjuk gigi game baru yang tengah mereka kembangkan. Bagi developer yang tidak ikut showcase, banyak yang memanfaatkan sesi ini untuk mencari partner strategis untuk proyek mereka selanjutnya. Dan untuk mahasiswa, tentunya bisa menjadi gambaran bagi mereka seperti apa industri game Indonesia saat ini, sembari mencari kesempatan untuk magang ataupun bekerja di studio yang tengah membutuhkan talenta baru.

??????????

??????????

??????????

Peserta showcase bukan hanya sekedar memamerkan karya saja, melainkan juga ada sebagian developer yang mengadakan event kecil-kecilan untuk semakin memeriahkan booth masing-masing. Sebagai contoh di booth Toge Productions, mereka mengadakan kompetisi untuk game terbaru mereka, Luggage Line. Dalam game memindahkan bagasi ke arah yang sesuai ini, peserta berlomba-lomba untuk mendapatkan skor tinggi dan memperebutkan hadiah yang sudah disiapkan. Berbeda lagi dengan booth Touchten Games, dimana mereka menjual CD soundtrack Target Acquired yang semua komposisi musiknya dibuat oleh komposer legendaris Megaman, Manami Matsumae. Bukan hanya itu, Manami pun juga ikut hadir di booth dan siap menandatangani CD yang sudah dibeli peserta!

??????????

??????????

Artoncode Indonesia juga tidak mau kalah dengan menjual berbagai produk Vandaria, mulai dari card game Arkana hingga novel yang baru saja mereka rilis, Winterflame. Agate Studio juga ikut mendemokan game baru mereka, Landscape Games dan Upin Ipin: Demi Metromillenium. Penulis juga sempat bertemu dengan seorang peserta showcase, NED Studio yang bahkan datang jauh-jauh dari Sumatera Utara untuk memamerkan karyanya, Pora The Lake Rescuer. Salut!

??????????

Studio pendatang baru, G.U.I.L.D Entertainment juga mengerahkan banyak pasukan untuk mengkampanyekan game baru mereka, Guild of Souls dan memberikan merchandise bagi pengunjung yang mencicipi game mereka saat itu juga. Penulis juga mencatat ada banyak developer pendatang baru lain dengan karya yang menjanjikan, seperti Alkemis Games dari Surabaya yang baru saja mendapatkan funding dari East Ventures yang mendemokan Zero Legend-nya, Masshive Media dengan Vimala: Defense Warlords yang memiliki artwork memukau, hingga Sinergi Studio dengan Shaman Showdown-nya yang adiktif.

??????????

??????????

Penulis mencatat, kali ini ada lebih banyak studio di luar Jakarta dan Jawa Barat yang ikut serta. Salah satunya adalah Surabaya, yang membawa “kontingen” developer peserta showcase yang cukup banyak tahun ini. Selain Alkemis Games, juga ada Mojiken Studio, Dolanan Games, Anoman Studio, SRW Jogo Suroboyo plus Solite Studio dari Madura. Hal ini menujukkan bahwa developer game kini bukan hanya didominasi Jakarta dan Jawa Barat saja. Nilem Studio dari Bandung juga cukup menarik perhatian dengan membawa seperangkat Oculus Rift yang bisa dijajal oleh peserta.

??????????

??????????

??????????

Para peserta showcase bukan hanya mendapatkan feedback, partner dan pengalaman baru dalam showcase kali ini. Beberapa developer juga pulang dengan membawa gelar dalam GDG Award 2014, seperti Stellar Null yang berhasil mendapatkan gelar di kategori Most Innovative Gameplay lewat Koutack-nya, dan RPGMaker ID yang berhasil menggondol gelar Citizen Choice lewat Eremidia: Dungeon!-nya.

Sumber: Duniaku.net

10 Dec / 2014
Author: webmaster Tags: There is no tags Comments: 0

Bookmark and Share

duniaku-talkshowgdg2014-1

Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya (baca: Game Dev Gathering 2014, Bukan Sekedar Event Kumpul-kumpul biasa!), sesi sharing dan diskusi adalah dua sesi utama yang menjadi daya tarik dalam Game Developer Gathering (GDG) 2014 kemarin. Untuk perhelatan GDG keenam ini, panitia menghadirkan sekitar 26 pembicara, dimana sepuluh diantaranya berasal dari perusahaan papan atas internasional. Format sharing-nya sendiri lebih mirip dengan Casual Connect atau GDG 2013 tahun lalu, dimana sesi terbagi menjadi tiga kelas terpisah, mulai dari kelas Design, Tech, hingga Business.

duniaku-talkshowgdg2014-2

Beberapa pembicara internasional yang membagikan ilmunya dalam GDG 2014 kemarin antara lain Manami Matsumae (komposer legendaris Megaman, yang saat ini ikut mengerjakan musik dalam game terbaru Touchten, Target Acquired), Calvin Kim (Facebook), Vineet Tanwar (Google), Vaibhav Odhekar (Pokkt) serta Johannes Reuben (Unity). Materi yang dibawakan pun bermacam-macam, mencakup tiga tema kelas yang disediakan dalam GDG 2014. Contohnya saja, Calvin Kim banyak bercerita menganai bagaimana mengembangkan dan memonetisasi game yang dibuat menggunakan Facebook, Vaibhav yang memperkenalkan Pokkt sebagai platform monetisasi baru untuk game, hingga Vineet yang banyak memberikan kiat sukses sebuah game mobile.

duniaku-gdg2014-7

Bagi yang sudah memiliki studio dan ingin mengembangkan dari sisi bisnis, tentu menyerbu kelas-kelas mengenai bisnis yang dibawakan oleh para ahli di bidangnya tersebut. Namun bagi mereka yang ingin mempelajari banyak hal mengenai proses pengembangan game, ada tiga kelas yang cukup ramai diserbu peserta, antara lain workshop Unity Engine dan talkshow mengenai musik dalam game bersama Manami Matsumae. Manami bahkan memanjakan para penggemarnya dengan melakukan konser tunggal sebelum mengisi talkshow dengan beberapa musik game yang pernah dibuatnya, mulai dari track-track terbaru dari Target Acquired, hingga musik dalam Megaman yang cukup melegenda.

duniaku-gdg2014-6

Bagi yang baru akan terjun ke dalam industri game dan memiliki sebuah startup, beberapa pembicara juga membagikan ilmu dan pengalaman mereka dalam membangun dan mengembangkan startup. Salah satunya adalah Anton Budiono, yang sudah malang melintang di beberapa studio, mulai dari menjadi Studio Head di Matahari Studios, hingga saat ini menjabat sebagai CTO dari Artoncode Indonesia. Beberapa pembicara lain juga membagikan kisah sukses game yang mereka kembangkan, seperti Mega Denditya dari Chocoarts yang membagikan kisah sukses Almightree: The Last Dreamer menembus top game di App Store, atau tips trik bagaimana Infectonator: Survivors berhasil menembus Steam dari Kris Antoni, CEO dari Toge Productions. Sesi lain yang juga cukup menarik adalah sesi sistem rating game Indonesia yang dibawakan oleh Luat Sihombing dari Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo). Dalam sesi ini, Luat menjelaskan bagaimana rancangan sistem rating game Indonesia yang lebih sesuai dengan kultur Indonesia dibandingkan dengan sistem rating yang sudah ada sebelumnya seperti ESRB dan PEGI.

duniaku-talkshowgdg2014-3

Crowdfunding yang saat ini menjadi tren di kalangan developer indie juga tak luput dari GDG 2014. Tidak tanggung-tanggung, empat perwakilan studio yang game-nya sukses di crowdfunding seperti Rachmad Imron (Digital Happiness, DreadOut), Ray Suryadiptya (Ekuator Games, Celestian Tales: Old North), M. Ajie (Tinker Games, Pale Blue), dan yang masih “hangat”, Anton Soeharyo (Touchten Games, Target Acquired). Keempat figur tersebut membagikan berbagai strategi menarik untuk mencapai kesuksesan dalam proses crowdfunding, seperti timing kampanye yang tepat baik saat dimulai maupun saat berakhirnya, pentingnya mengkalkulasi target pendanaan yang tepat dan realistis, hingga bagaimana menentukan stretch goal agar menarik minat para penyandang dana.

duniaku-talkshowgdg2014-4

Bagaimana membangun dan memelihara properti intelektual yang sudah dibuat juga tidak kalah pentingnya dibandingkan mengembangkan game alias produk itu sendiri. Untuk itu, sesi terakhir yang dibawakan oleh Anton Budiono dan kreator Vandaria, Ami Raditya membahas pentingnya hal tersebut. Artoncode Indonesia sendiri baru sekitar dua tahun ini bekerja sama dengan Vandaria, dan mereka baru menelurkan satu produk novel, Winterflame yang dirilis awal bulan Desember ini. Plus, di kuartal awal tahun depan, mereka juga siap berkampanye di Kickstarter untuk versi game Winterflame yang ditargetkan rilis untuk platform mobile.

duniaku-talkshowgdg2014-5

Dari pengamatan penulis, tampak ada beberapa studio yang “beramai-ramai” datang ke GDG 2014 ini seperti Touchten Games, Agate Studio dan Mojiken. Mereka tampak “berbagi tugas” untuk memasuki kelas-kelas yang tersedia, sesuai dengan role sehari-hari mereka di studio. Di sesi-sesi tentang bisnis misalnya, penulis melihat kelas diisi oleh para CEO dari studio yang ingin mengembangkan studionya agar lebih besar lagi. Berbeda lagi saat penulis memasuki kelas teknis, yang didominasi oleh para programmer atau artist yang berbaur dengan para mahasiswa yang ingin mengembangkan keahliannya.

duniaku-talkshowgdg2014-7

duniaku-talkshowgdg2014-6

Bagi kamu yang tidak sempat datang dan penasaran dengan detail masing-masing materi yang dibawakan, panitia sudah merekam sesi presentasi selama GDG 2014 berlangsung. Tunggu kehadiran videonya ya!

Source: Duniaku.net


Copyright ©2013 Asosiasi Game Indonesia. All rights reserved.